KISAH
ANAK PENJUAL GORENGAN YANG SUKSES JADI ATLET SILAT
Kisah anak pedagang gorengan yang mempunyai kelebihan di
bidang olahraga Atlet silat yang sukses. Nama Abd. Haris, kelahiran kota
Blambangan ( BANYUWANGI), tahun 1992 Desember. Mengenal sosok pemuda bernama Abd. Haris,
seorang remaja sederhana dengan segudang prestasi, dengan modal Prestasi di
Pencak Silatnya dia dapat Beasiswa dari PDM Banyuwangi (pimpinan daerah
muhammadiyah) untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi yaitu di
Universitas Negeri Jember (UNEJ) tentulah memberikan suatu pencerahan bagi
teman dan sekelilingnya mengenai sebuah perjuangan meraih prestasi. Hidup
dengan kondisi sederhana dan bisa dibilang pas-pasan tidak membuat ia menjadi
remaja yang tumpul berkreasi. Karena menurutnya bukanlah kemapanan yang bisa
mengantarkan seseorang meraih prestasi, tapi ketekunan, kerja keras, dorongan
orang tua, dan mendekatkan diri kepada Tuhan, adalah sarana utama meraih
prestasi.
Peraih medali emas dengan predikat Juara 1 dan Pesilat terbaik
se- Indonesia dalam Kejurnas Tapak Suci 2008
di Jogja dibidang Olahraga Pencak
silat dan JUara 1 Popda Jatim 2008, Juara 2 Popwil 2009 Di Kendari (Sultra) dan
kejuaraan lainya ditingkat kabupaten maupun di tingkat Nasional ini, merupakan remaja yang sederhana, senang
berbagi pengetahuan dengan teman-teman di sekolahnya. Saat ini dia duduk
dikelas 3 IPA SMK MUH 6 Rogojampi – Banyuwangi.
Meski kondisi sekolah minim fasilitas dan tergolong daerah
pedesaan, bukan menjadi penghambat bagi Haris untuk bisa bersaing mensejajarkan
diri menjadi yang terbaik di Indonesia dalam bidang Olahraga.
dan Juara 1 Kejurnas mahasiswa 2012 di Kaltim
Saat duduk di bangku SMK MUH 6 Rogojampi, sebenarnya dia
ditunjuk sebagai wakil sekolah dalam seleksi POPDA dibidang olahraga Pencak silat,
namun ada salah satu pelatih silat dari
perguruan Tapak suci yang membujuknya untuk pindah berlatih lebih dalam teknik
dan taktik permainan di Pencak Silat , dan insting pelatihnya benar. Pada tahun
2008, haris berhasil meraih medali emas POPDA
JATIM dibidang olahraga Pencak silat di Surabaya.
Selain Silat, sebenarnya Haris juga menguasai bidang olahraga
yang lain, termasuk Basket dan Voly. Dan akhirnya Haris pindah halungan untuk
menekuni BIdang olahraga Pencak Silat selama di Basket dan Voly yang tak sering
juara, akhirnya pindahnya Haris di Olahraga Silatnya dia sering memperoleh
juara Diantaranya : Pesilat terbaik
Kabupaten tahun 2007, Pesilat terbaik Nasional 2008, Pesilat terbaik Mahasiswa
Unej 2011 dan 2007, 2008, 2009,2010, 2011 sering menjuarai lomba seperti kejuaraan
pelajar dikabupaten dan di kresidenan besuki yang diadakan di Kota Jember, dan kejuaraan
Mahasiswa yang diadakan beberapa universitas.
Ada sisi menarik dari sosok Haris, sebagai teman yang tergolong
dekat, tatkala berkunjung kerumahnya yang sederhana, kami menyaksikan betapa
seorang Haris adalah seorang yang sangat patuh dan sopan pada orang tua,
contohnya dia selalu mencium tangan kedua orang tuanya ketika pergi ataupun
pulang kerumah, dan berusaha untuk membahagiakan kedua orang tuanya lewat
prestasi.
Dalam sisi kerohanian, dia cukup religius, selalu berusaha
mendekatkan diri dengan Tuhan dengan mengerjakan sholat lima waktu, dan
disekolahpun, dia mengikuti ekstrakulikuler Rohis (kerohanian Islam).
Haris sangat dekat dengan ibundanya, mungkin juga karena dia
adalah anak semata wayang, maka dia anak yang digadang-gadang mampu
membanggakan orang tua. Dan keunikan Haris, dia hanya berlatih jika mood saja,
karena menurutnya, meski dipaksa berlatih, kalau tidak mood maka latiannya jadi
males. Dan sebagai pengiring latihanya, dia selalu disertai dengan mendengar
musik.
Menurut ibundanya, ibu sulastri, kehidupan Haris saat kecil
sangat prihatin. Hidup yang tak mampu, dan ayahnya saat itu bekerja sebagai
penjual Gorengan, membuat orangtuanya tidak mampu memberikan makanan empat
sehat lima sempurna. Jangankan susu, lauk saja seringkali hanya tahu dan kecap,
dan terkadang diberi ikan lemuru oleh tetangga yang nelayan. Soalnya penghasilan
dari jualanya yang kadang tak laku Namun Haris kecil tumbuh sehat, dan
kelebihan Haris mulai terlihat sejak TK, karena dia telah mampu beraktifitas
sebagai Atlet.
Dukungan orang tua, merupakan modal utama Haris dalam meraih
prestasi. Kehidupan sederhana dengan suasana kekeluargaan yang kental,
komunikasi dua arah yang selalu dibuka oleh orang tuanya, membentuk Haris
menjadi anak yang percaya diri. Yang berkesan baginya, dukungan orang tuanya
bukan untuk menuntut dia berprestasi. Tapi memberi dukungan atas segala apa
yang ia sukai dan lakukan.
Dan menurut ibundanya pula, Haris merupakan anak yang
keingintahuannya dalam berlatih sangat tinggi. Jika ada suatu hal yang membuat
ia penasaran, maka dia akan terus mengejarnya sampai menemukan hasilnya. Dan
sewaktu ditanya mengapa suka dengan Olahraga khususnya Silat, jawabnya karena
dia tidak suka Permainan individu yang sangat menarik dan berlatih untuk jadi
pemberani, tapi lebih menyukai bereksplorasi.
Sebenarnya, tahun ini Haris mewakili Indonesia dalam kejuaraan
Internasionalnya, namun dia tidak jadi berangkat karena anggaran yang
dialokasikan dari pemerintah mengalami pemangkasan. Padahal persiapannya sudah
dilakukan jauh-jauh hari.
Dari bimbingan yang intens dari pelatih nasional, bimbingan dari
beberapa teknik permainan Pencak Silat, serta pelatihan intensif selama satu
bulan di Bandung. Meski sedikit kecewa, namun proses yang telah ditempuhnya
selama mempersiapkan diri ini djadikannya sebagai suatu pengalaman dan tambahan
wawasan yang sangat berguna.
Berkaca dari seorang Haris, dengan potensi yang ada, dia mampu
mengoptimalkannya ditengah fasilitas hidup yang pas-pasan. Menunjukkan kepada
kita bahwa bukanlah kemapanan yang menjadi tolok ukur meraih keberhasilan.
Namun kegigihan, kerja keras, dukungan keluarga, dan kebersyukuran dalam
memaknai kekuranganlah yang mampu dijadikan senjata untuk meraih prestasi.
Semoga menginspirasi khususnya untuk generasi muda seluruh
Indonesia.


berjuang terus riis.. Raih cita cita mu..
BalasHapus